Readers

The Wedding Banquet (1993) : Tentang Basa Basi dan Perbedaan Generasi


The Wedding Banquet // 1993 // Sutradara : Ang Lee, Taiwan // Pemain : Winston Chau, Mitchell Lichtenstein, May Chin, Kuei Ya-Lei, Sihung Lung


Kebanyakan orang Indonesia punya kebiasaan untuk merasa nggak enakan ketika berinteraksi dengan orang banyak di lingkungan sekitarnya. Budaya kita memang akrab dengan keharusan untuk menjaga sopan santun, seperti misalnya harus bilang A dulu sebelum bicara terus terang tentang Z demi menjaga perasaan orang lain yang sebenarnya belum tentu juga menjaga perasaan sendiri.




Ada banyak hal yang berusaha disinggung The Wedding Banquet, film Ang Lee tahun 1993 yang saya tonton bulan lalu. Pertama, tentang perkara basa-basi dan nggak enakan yang terkesan menjadi budaya itu. Kedua, tentang perbedaan pandangan antara dua generasi yaitu tua-muda yang disampaikan lewat sosok orangtua dan anak. Yang tua mewakili keharusan menjaga nilai-nilai tradisional, karena jauh dari kota besar metropolitan dan tentunya tak begitu paham dengan hal-hal yang bersifat modern. Sementara sang anak mewakili pandangan yang lebih luas khas kota besar dimana juga agak meremehkan soal tradisi dan sakralitas. Masalahnya langsung to the point : Anak ini adalah gay yang belum berani jujur pada orangtuanya sementara orangtuanya menuntut anaknya agar segera menikah. Maka dari desakan pertanyaan kapan kawin itulah, drama komedi serba kacau ini dimulai.

Bisa ditebak kemudian lahir situasi-situasi tak terbayangkan mulai dari berpura-pura mengenalkan seorang perempuan demi menyenangkan hati orangtua sampai akhirnya mereka menikah instan agar niatnya membuat orangtua lega dan kembali pergi ke kampung halamannya.

Paruh pertama filmnya berjalan lancar dengan komedi yang lahir dari perbedaan cara pandang orangtua versus anak tersebut. Kita jelas mengamati dua persepsi yang bersimpangan yaitu orangtua yang menganggap definisi pernikahan adalah sesuatu yang sakral dan harusnya dirayakan dengan pesta pora berbenturan dengan pandangan anak mereka yang bersifat menggampangkan dan acuh tak acuh pada prosesi pernikahan. Bahkan ketika pernikahan yang serba riuh itu benar diadakan, komedi film ini malah bersifat miris mengingat karakter utamanya yang jelas seorang gay harus rela ‘tertindas’ melalui berbagai prosesi dan tahapan demi melihat kebahagiaan orangtuanya.

Paruh pertengahan menuju akhir, film ini mulai menanjak ke porsi drama yang lebih serius. Niatan mengelabui orangtua berakhir lepas kendali dan mulai datanglah konsekuensi akibat masalah-masalah baru. Bagusnya Ang Lee adalah tetap menyelipkan komedi bahkan pada situasi-situasi dramatis sekalipun (simak adegan meja makan ketika orangtua Chan yang tidak bisa bahasa inggris berada di tengah pertengkaran anaknya dengan sang kekasih, William. Kocak tapi juga tetap mengundang emosi penonton). Selain itu, adegan lain yang juga saya suka ketika di akhir film, orangtua Chang beserta William, Chang dan Lin melihat foto-foto di album pernikahan. Kita melihat jelas foto-foto itu dan untuk sesaat, mereka tersenyum melihat momen yang baru mereka lalui. Impresi mereka sekilas membuat penonton tak habis pikir bagaimana hanya karena sederet kebohongan dapat berbuntut pengorbanan dan masalah-masalah baru yang akhirnya harus siap dihadapi. Meski makna pernikahan mungkin memang bisa berbeda : ada yang menganggapnya sakral dan ada yang meremehkannya namun di akhir, sebagai momen penting yang membuat semua anggota keluarga berkumpul untuk merayakan, ternyata tetap tidak bisa dianggap sesepele anggapan Chang di awal film.



The Wedding Banquet bukanlah drama komedi yang dibuat hanya untuk menertawai situasi-situasi yang lepas kontrol, lebih dari itu film ini adalah drama komedi pahit-manis tentang bagaimana perkara basa-basi karena tidak berani jujur bisa berakibat penyesalan panjang. Ironis.


Comments

  1. butuh angka togel 2D ,3D, 4D SGP / HKG / MALAYSIA / TOTO MAGNUM / dijamin
    100% jebol
    Apabila ada waktu
    silahkan Hub: KI JAYA WARSITO DI NO: [[[085-342-064-735]]]


    ANGKA RITUAL: TOTO/MAGNUM 4D/5D/6D


    ANGKA RITUAL: HONGKONG 2D/3D/4D/



    ANGKA RITUAL; KUDA LARI 2D/3D/4D/



    ANGKA RITUAL; SINGAPUR 2D/3D/4D/



    ANGKA RITUAL; TAIWAN,THAILAND



    ANGKA RITUAL: SIDNEY 2D/3D/4D
    DAN D*** GHOIB

    ReplyDelete

Post a Comment

Other side of me

My MUBI

In Theaters