Readers

Paper Towns (The Motion Picture Soundtrack) : Review



Saya sangat menyukai Paper Towns dan memberinya lima bintang. Menonton filmnya mengingatkan saya akan film-film 80-annya John Hughes seperti Pretty In Pink, Sixteen Candles dan The Breakfast Club yang tidak jauh-jauh dari plot amat sederhana tentang remaja yang berusaha mendapatkan cinta di masa SMA-nya. Biasanya pula di film-film milik Hughes kita bisa menemui kedewasaan dan tema persahabatan yang begitu kental. Amat ringan tapi berhasil menggambarkan nostalgia masa sekolahan yang memang selalu tidak bisa lepas dari cinta terpendam, cinta beda "kelas" antara si populer dan si culun, dan sebagainya.



Ada satu lagi yang bisa ditemukan di film-film yang disutradarai atau naskahnya ditulis Hughes yaitu penempatan lagu-lagu yang asyik maupun yang manis dan indah. Semisal di Sixteen Candles, kita akan mendengarkan alunan lagu If You Were Here - Thompson Twins tepat saat momen puncak bertemunya Jake dan Samantha. Pada The Breakfast Club yang sering menjadi film paling diingat oleh banyak orang, ada Don't You Forget About Me dan We're Not Alone. Begitupun Ferris Bueller's Day Off yang dalam satu adegannya membuat seluruh warga satu kota berdansa karena diputarkan lagu Twist and Shout - The Beatles. Musik menjadi unsur penting dalam satu film dimana penambahan lagu-lagu akan bisa mengimprovisasi seru, indah atau sedihnya satu adegan. Apalagi untuk sebuah film remaja ringan. Semakin catchy soundtrack-nya, semakin menjadi nilai plus yang menghidupkan nyawa film tersebut. Salah satu film remaja yang ternyata memiliki pengemasan musik yang matang adalah Paper Towns. 

Paper Towns diproduseri oleh Kevin Weaver dan Season Kent yang sebelumnya sudah terlibat di film remaja The Fault In Our Stars, juga merupakan adaptasi dari novel John Green. Kalau menonton filmnya, sejak opening scene sebenarnya kita sudah diperdengarkan alunan lagu yang begitu enak didengar. Dan tidak hanya sedari awal, sampai akhir juga filmnya punya lagu-lagu lain yang membuat saya jadi penasaran mencari tahu siapa penyanyinya dan apa judulnya.

Tercatat ada 16 lagu di daftar motion picture soundtrack-nya, diawali dengan nomor pertama yaitu Radio dari Santigold. Pertama mendengar saja, akan mudah menyukai lagu ini karena musiknya yang menghentak-hentak selayaknya ini sebuah lagu pesta remaja. Bayangkan minuman-minuman bir dan soda, rumah seorang teman yang menjadi tempat pesta di akhir minggu lengkap dengan area swimming pool dimana semua orang asyik bergoyang di tengah keramaian. Lanjut ke track kedua yaitu To The Top milik Twin Shadow, seakan menyambung suasana pesta di nomor pertama, mendengarkannya sekali saja pasti akan otomatis menjadikannya favorit sambil ikut menyanyikannya dengan keras. Track-track berikutnya masih erat dengan suasana pesta rumahan : ada Search Party - Sam Bruno, Swingin' Party - Kindness, Great Summer - Vance Joy dan Taxi Cab - Vampire Weekend. Walaupun semuanya sama-sama party songs namun sangat jauh dari kesan repetitif apalagi membosankan. Yang ada malah seperti menyadari penemuan baru bahwa band-band dan musisi indie seperti Son Lux, Saint Motel dan Grouplove ternyata bisa menyempurnakan nuansa remaja pada Paper Towns ini. Selain Radio dan To The Top, saya sendiri paling menyukai track Falling - Haim dan Moments yang dibawakan De Lux. Kalau menonton filmnya, dua lagu ini memang diputar di adegan-adegan yang paling saya suka.

Kalau ingin lepas dari nuansa pesta dan ingin mendengarkan yang lebih tenang, coba track Be Mine - Alice Boman, Used To Haunt - atau Look Outside yang dinyanyikan oleh aktornya langsung, Nat Wollf beserta saudaranya, Alex. Lagu yang ada di nomor paling terakhir dengan iringan piano ini seakan menjadi penutup yang baik : manis, sederhana dan menenangkan.




Rekomendasi? Jelas. Sebagai sebuah soundtrack untuk film remaja, pilihan lagu-lagunya sangat tepat mewakili dunia remaja era 2010-an. Tak hanya murni pop, ada kombinasi (terlebih) electronic, r&b bahkan sedikit polesan rock. Kehadiran band-band indie atau musisi luar Amerika membuat menu di album semakin beragam dan lengkap. Tidak ada yang mengecewakan atau membuat kita ingin melewatkan satu nomor pun, bahkan saya yakin beberapa lagu akan mudah adiktif untuk didengarkan berulang kali. Terlebih untuk mereka yang menyukai filmnya, maka mendengarkan seluruh lagu di soundtrack ini pasti semakin menyempurnakan rasa suka. Totally a fresh party moodbooster.


Track list :
1. Santigold – “Radio”
2. Twin Shadow – “To the Top”
3. Sam Bruno – “Search Party”
4. Kindness – “Swingin Party”
5. Vance Joy – “Great Summer”
6. Vampire Weekend – “Taxi Cab”
7. Son Lux – “Lost It To Trying (Paper Towns Mix)”
8. Saint Motel – “My Type”
9. Galantis – “Runaway (U & I) (Svidden & Jarly Remix)”
10. HAIM – “Falling”
11. Grouplove – “No Drama Queen”
12. De Lux – “Moments”
13. Alice Boman – “Be Mine”
14. The Mountain Goats – “Used To Haunt”
15. The War on Drugs – “Burning”
16. Nat & Alex Wolff – “Look Outside”

Memorable recommendations : Radio, Moments, Falling, To The Top, Runaway, Look Outside


Comments

  1. Aku juga suka soundtracknya, tapi sampai sekarang belum nonton filmnya :/

    ReplyDelete
  2. @Andina iya... great soundtrack, great movie too.

    ReplyDelete

Post a Comment

Other side of me

My MUBI

In Theaters